LifeisaBoxofCereals

you will always want to grab some more …

Archive for June, 2010

Tiga Hari Bersama Kamu

Posted by ntunz on June 30, 2010

#tentangkamu

Menurutmu, binatang2 kecil itu tidak mengganggu jadi ngapain ditepok, bebaskan saja..

#tentangkamu

Maka menunggu yang tadinya asing bagiku menjadi begitu familiar sefamiliar wangi parfummu..

#tentangkamu

Kamu slalu blg I love u dan aku cm blg makasih.. Tpi aku ajarin kamu blg je t’aime bien yg artiny sama aja dg I really love u..

#tentangkamu

You think I’m pretty without my make up on

#tentangkamu

You would stay awake just to let me sleep beforehand

#tentangkamu

You’ll always call me back when I hang up on you for whatever reasons

#tentangkamu

You can hold my hands casually and offer me the safety side every time we cross the street..

#tentangkamu

Kamu slalu ingat detail2 yg kulupa, dan blg kalo nanti akulah yg akan gantian ngingetin kamu krn pas tua kamu akan pikun duluan

#tentangkamu

Akan ada lima belas-lima belas tahun berikutnya untk kita rayakan bersama, mengganti 15 tahun lalu yang kita lewati sendiri2 :)

#tentangkamu

Bahwa di otak kamu sdh ada bnyk gambaran akan hal2 yg ingin kamu tunjukin ke aku perlahan-lahan satu persatu setelah 15 tahun..

#tentangkamu

Dan kamu benar, sayang. Memilihmu itu adalah satu alasan untukku jatuh cinta.. :’)


[Terimakasih Tuhan untuk tiga hari full of surprises bersama orang yang kusayang]

27-29 Juni, 2010

Posted in Uncategorized | 4 Comments »

A Sudden Inspiration after Prayer..

Posted by ntunz on June 24, 2010

Masjid Salman, tempat segala teduh mengambil alih
Sembah sujud kepada Yang Patut
amarah jadi terarah, yang labil menjadi stabil.

Aku wudhu
lalu mencium kakiMu
sudah malu lama tak kerumahMu
lebih malu lagi karena ramah yang menyambutku…

Segala dosa
segala doa
segala cita cinta asa rasa pergi menguap entah kemana
yang aku ingat hanyalah rindu. Sungguh terlalu, hanyalah rindu..

Tangis tak muncul tapi aku senyum simpul
Karena nyaman ini tetap sama bahkan setelah enam tahun aku dewasa di kota
Sejuknya… sholatpun kupicing mata, khusyuknya tiada terkira.

Salman yang agung, bagai beribu malaikat ikut memagari dinding-dindingnya
Lantunan ayat merdu mengisi ruang-ruang kosongnya
Begitu indah; sederhana tidak perlu megah
Membuat aku ingin kembali selalu dan selalu.. selagi masih ada waktu.

Tuhanku,
Teramat rindu aku,
ingin kembali kepadaMu.

P.S.
Tuhan, jika diizinkan aku punya satu permintaan..
Bolehkah aku menjadi bidadari orang yang aku pilih sendiri?

: ba’da maghrib di Salman, pada suatu hari di bulan Rajab tahun ini. Bismillah.. semoga hari-hari kita berkah diridhoi Allah.. :)

Posted in Uncategorized | 4 Comments »

Raditya Dika dan Ina Mangunkusumo

Posted by ntunz on June 10, 2010

Saya habis baca MMJ dan saya tahu benar perasaan Dika dalam dua bab yang membahas kisah cintanya dengan Ina Mangunkusumo. Bahwa selama ini Dika mencintai diam-diam, dan cintanya bertepuk sebelah tangan..

Bukan.. bukan. Saya bukan mau bilang bahwa saya pernah seperti Dika :D Yang ingin saya katakan adalah malam ini saya benar2 merasa seperti Ina. Yup, Ina Mangunkusumo yang namanya telah disamarkan oleh Raditya Dika demi menghindari pencemaran nama baik.

Apa pasal? Biar saya jelaskan lebih lanjut..

Tadi malam saya chatting dengan beberapa orang teman, termasuk pria ini. Sebut saja dia si J. Saya dan J adalah teman masa kecil, yang bisa dibilang musuh karena dia selaluuuuu usil bin jahil terhadap saya. Awal obrolan kami biasa saja, malah saya yang duluan negor karena iseng mengaktifkan YM dan menemukan namanya di list teratas. Baru malam ini lah saya tahu bahwa sekarang dia sedang co-ass di Medan, akan menyelesaikan co-assnya dalam 16 bulan ke depan, dan setelahnya akan langsung melanjutkan ke spesialis.

Naasnya, malam ini juga saya jadi tahu bahwa selama ini, setelah hampir 15 tahun, dia masih menyimpan sesuatu untuk saya. Jauh di dalam hatinya.

J (kelas 3 SD): aku suka sama kamu. mau jadi pacar aku gak ntan?
J (kelas 3 SD): Coba jawab dgn berubah jadi anak kls 3 SD.. aku pengen tau jawaban kamu.

Oh my, what for! Dia membeberkan bahwa dari dulu dia suka sama saya dan ga berani ngomong.. Bahwa sampai sekarang dia masih punya perasaan yang sama dan menyesal karena tidak pernah menyampaikan itu sebelumnya. Bahwa dia sebenarnya malu, tapi menurutnya lebih baik jujur terlambat daripada menyesal selamanya. Setelah saya bilang saya akan pergi ke Belanda, dia menyampaikan keinginannya untuk bertemu sebelum nanti kami terpisah lagi. Karena ingin tahu rasanya reuni dengan ‘musuh’ lama, saya pun lantas mengiyakan.

Dia lalu bilang bahwa dia pernah menceritakan perihal ini kepada temannya yang juga teman saya, dan dia ditertawai sepanjang malam akibat kebodohannya. Dia ingat setiap detail kenangan masa kecil kami sementara yang saya tahu hanyalah ada banyak adegan berantem-berantemnya. Dia bilang kalau dulu dia sebel sama saya yang telah membuat dia merasa gagal menunjukkan kepada orang yang dia suka bahwa dia lebih pintar; karena semasa SD saya selalu ranking 1 dan dia di ranking 2. Bahwa dia ingin setidaknya satu kali saja agar kami bisa mencoba, bertemu kembali, mengenal sifat-sifat kami yang sekarang, berantem-berantem lagi, sirik-sirikan, lalu kemudian dia mengungkapkan hal di atas tadi sebagai dirinya yang sekarang, bukan lagi sebagai J kelas 3 SD..

Well well well.. Saya seperti dibawa flashback. Tapi entah kenapa, ini rasanya menyenangkan dan sampai sekarang saya merasa nyaman-nyaman saja..

Namun saya hanya bisa tertawa-tawa dan terus mengelak dari kewajiban menjawab kejujuran(atau kegombalan)nya. Betul saya kaget bercampur geli, dengan jantung yang kedap-kedip. Tapi saya katakan bahwa sayangnya, waktu tidak akan dapat diulang dan yang lalu biarlah berlalu. Bahwa masa lalu itu bisa tetap indah jika kita biarkan begitu saja seperti adanya. Bahwa saya sendiri lupa apakah dulu sewaktu SD saya memang sempat punya perasaan yang sama pada dia :p Dan bahwa ini aneh karena dia baru mengungkapkannya sekarang kepada saya, gak lama setelah dia putus dari pacarnya..

Saya tanya: “Jadi, ini first love kamu?”
Dia jawab: “Hmm. Gak tahu.. Iya sepertinya”

Haha. Setidaknya saya jadi merasakan bagaimana rasanya menjadi first love seseorang tanpa saya sadari; seperti Ina Mangunkusomo-nya Raditya Dika :p Menjadi sosok yang misterius buat dia, dan, meminjam istilah Dika, telah membuat selai kacang di lidahnya selama ini terasa hambar. Membuatnya masih terbayang selama 15 tahun dan sangat penasaran sehingga nekat membicarakannya sekarang. Meski telat, saya sangat menghargai niatnya untuk mengambil cuti di bulan Agustus supaya bisa bertemu saya sebelum saya cabut. Supaya bisa bertatap mata, menoyor kepala, berbicara banyak, dan meninggalkan kesan. Lalu mungkin seperti katanya tadi… dia bisa menyatakan ulang semuanya dengan yakin bahwa memang saya yang dia inginkan; bukan lagi saya yang kelas 3 SD. Lalu melanjutkan hidup yang kami sendiri tidak tahu entah akan berakhir seperti apa nantinya..

Tapiii, Dika bener. Bahwa J perlu ngasih tau perasaannya ke saya, supaya selai kacang itu tidak lagi terasa hambar di lidahnya. Supaya tidak ada penyesalan dan tidak lagi penasaran setelah dia tahu jawaban saya. Hehehe.. namun sayangnya; sepanjang chatting saya cuma jawab pakai emoticon ini :D

But thanks anyway, J.. For letting me know everything about you in our childhood; about how you always like me and show it in your own way. For reminding me about simple things that I have forgotten; how I gave a strawberry for everyone in the classroom except you, and you thought that’s because I hate you. And you become sad.. LOL, cute.
It is nice to know you being honest with me after a long time.. even though it’s too late to be true :(
Just, umm. Can we be….. best friend, first?

:D

cute..

Posted in Uncategorized | 6 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.