Raditya Dika dan Ina Mangunkusumo
Posted by ntunz on June 10, 2010
Saya habis baca MMJ dan saya tahu benar perasaan Dika dalam dua bab yang membahas kisah cintanya dengan Ina Mangunkusumo. Bahwa selama ini Dika mencintai diam-diam, dan cintanya bertepuk sebelah tangan..
Bukan.. bukan. Saya bukan mau bilang bahwa saya pernah seperti Dika
Yang ingin saya katakan adalah malam ini saya benar2 merasa seperti Ina. Yup, Ina Mangunkusumo yang namanya telah disamarkan oleh Raditya Dika demi menghindari pencemaran nama baik.
Apa pasal? Biar saya jelaskan lebih lanjut..
Tadi malam saya chatting dengan beberapa orang teman, termasuk pria ini. Sebut saja dia si J. Saya dan J adalah teman masa kecil, yang bisa dibilang musuh karena dia selaluuuuu usil bin jahil terhadap saya. Awal obrolan kami biasa saja, malah saya yang duluan negor karena iseng mengaktifkan YM dan menemukan namanya di list teratas. Baru malam ini lah saya tahu bahwa sekarang dia sedang co-ass di Medan, akan menyelesaikan co-assnya dalam 16 bulan ke depan, dan setelahnya akan langsung melanjutkan ke spesialis.
Naasnya, malam ini juga saya jadi tahu bahwa selama ini, setelah hampir 15 tahun, dia masih menyimpan sesuatu untuk saya. Jauh di dalam hatinya.
J (kelas 3 SD): aku suka sama kamu. mau jadi pacar aku gak ntan?
J (kelas 3 SD): Coba jawab dgn berubah jadi anak kls 3 SD.. aku pengen tau jawaban kamu.
Oh my, what for! Dia membeberkan bahwa dari dulu dia suka sama saya dan ga berani ngomong.. Bahwa sampai sekarang dia masih punya perasaan yang sama dan menyesal karena tidak pernah menyampaikan itu sebelumnya. Bahwa dia sebenarnya malu, tapi menurutnya lebih baik jujur terlambat daripada menyesal selamanya. Setelah saya bilang saya akan pergi ke Belanda, dia menyampaikan keinginannya untuk bertemu sebelum nanti kami terpisah lagi. Karena ingin tahu rasanya reuni dengan ‘musuh’ lama, saya pun lantas mengiyakan.
Dia lalu bilang bahwa dia pernah menceritakan perihal ini kepada temannya yang juga teman saya, dan dia ditertawai sepanjang malam akibat kebodohannya. Dia ingat setiap detail kenangan masa kecil kami sementara yang saya tahu hanyalah ada banyak adegan berantem-berantemnya. Dia bilang kalau dulu dia sebel sama saya yang telah membuat dia merasa gagal menunjukkan kepada orang yang dia suka bahwa dia lebih pintar; karena semasa SD saya selalu ranking 1 dan dia di ranking 2. Bahwa dia ingin setidaknya satu kali saja agar kami bisa mencoba, bertemu kembali, mengenal sifat-sifat kami yang sekarang, berantem-berantem lagi, sirik-sirikan, lalu kemudian dia mengungkapkan hal di atas tadi sebagai dirinya yang sekarang, bukan lagi sebagai J kelas 3 SD..
Well well well.. Saya seperti dibawa flashback. Tapi entah kenapa, ini rasanya menyenangkan dan sampai sekarang saya merasa nyaman-nyaman saja..
Namun saya hanya bisa tertawa-tawa dan terus mengelak dari kewajiban menjawab kejujuran(atau kegombalan)nya. Betul saya kaget bercampur geli, dengan jantung yang kedap-kedip. Tapi saya katakan bahwa sayangnya, waktu tidak akan dapat diulang dan yang lalu biarlah berlalu. Bahwa masa lalu itu bisa tetap indah jika kita biarkan begitu saja seperti adanya. Bahwa saya sendiri lupa apakah dulu sewaktu SD saya memang sempat punya perasaan yang sama pada dia :p Dan bahwa ini aneh karena dia baru mengungkapkannya sekarang kepada saya, gak lama setelah dia putus dari pacarnya..
Saya tanya: “Jadi, ini first love kamu?”
Dia jawab: “Hmm. Gak tahu.. Iya sepertinya”
Haha. Setidaknya saya jadi merasakan bagaimana rasanya menjadi first love seseorang tanpa saya sadari; seperti Ina Mangunkusomo-nya Raditya Dika :p Menjadi sosok yang misterius buat dia, dan, meminjam istilah Dika, telah membuat selai kacang di lidahnya selama ini terasa hambar. Membuatnya masih terbayang selama 15 tahun dan sangat penasaran sehingga nekat membicarakannya sekarang. Meski telat, saya sangat menghargai niatnya untuk mengambil cuti di bulan Agustus supaya bisa bertemu saya sebelum saya cabut. Supaya bisa bertatap mata, menoyor kepala, berbicara banyak, dan meninggalkan kesan. Lalu mungkin seperti katanya tadi… dia bisa menyatakan ulang semuanya dengan yakin bahwa memang saya yang dia inginkan; bukan lagi saya yang kelas 3 SD. Lalu melanjutkan hidup yang kami sendiri tidak tahu entah akan berakhir seperti apa nantinya..
Tapiii, Dika bener. Bahwa J perlu ngasih tau perasaannya ke saya, supaya selai kacang itu tidak lagi terasa hambar di lidahnya. Supaya tidak ada penyesalan dan tidak lagi penasaran setelah dia tahu jawaban saya. Hehehe.. namun sayangnya; sepanjang chatting saya cuma jawab pakai emoticon ini
But thanks anyway, J.. For letting me know everything about you in our childhood; about how you always like me and show it in your own way. For reminding me about simple things that I have forgotten; how I gave a strawberry for everyone in the classroom except you, and you thought that’s because I hate you. And you become sad.. LOL, cute.
It is nice to know you being honest with me after a long time.. even though it’s too late to be true ![]()
Just, umm. Can we be….. best friend, first?


doku said
Hmm… itu sh gombal (yakin banget)… udah lama kok bisa gitu y, kalau oranganya gak pernah sosial mungkin sh soalnya yang ketemu itu2 aja hahahhahaha
Secara gw cowok, burung dara yang terbang tinggi itu pasti keliatan indah dan pengen dibikinin sangkar.. hihiihi
ntunz said
haha, thanks for the comment!
do you have a link to your blog so i could also comment on your postings? thank you!
input said
ada di facebook jg kan kaaak..??
semoga jadi best friend terus yaa…
ntunz said
Hihi iya betuull.. sebagian ada di fb :p
Hmmm . Hari minggu ini dia ke Bandung In, hahaha . Kalo emang jodoh tar juga dideketin Tuhan, ya ga?
saputrafijai said
mirip ya dengan ceritanya Radith yang Ina Mangunkusumo, tapi yang jadi pertanyaan adalah, co-assnya itu apa?
agita said
puppy love , i feel too