Entah kamu kan jadi pemberhentian terakhirku atau tidak, aku belum tahu sama sekali.
Begitu pun kamu.
Yang kutahu saat ini aku ingin menikmati hidup sebaik2nya, to live my life to the absolute fullest.
Menjelajah dunia, bertemu orang2 baik di pelosok bumi. Mencicipi udara di kota2 berbeda, bergaul dengan peri-peri musim dan warna-warni alamnya. Menyelesaikan PR-ku. Menuntut ilmu sampai aku bosan.
Karena rasanya masih banyak yang belum kulakukan; tempat yang belum aku tandai dengan jejak-jejak kaki. Orang2 yg belum aku sapa dan kusunggingkan senyum dari lesung pipinya. Aku tidak bisa dikekang, tidak pula ingin mengekang. Aku punya kendali atas hidup dari Tuhanku ini, dan hampir seperempat abad seperti belum cukup untukku menjadi berarti lantas menyerahkan diri.
Meski aku tahu dgn pasti, suatu saat nanti aku tentu akan berhenti. Berhenti mencari pun berhenti menyendiri. Melabuhkan hati pada yang satu, lalu melahirkan anak2 kami. Apakah kami = kita = aku + kamu, semua itu hanya Dia yang tahu.
Namun jika nanti ternyata orang itu memang kamu, aku punya beberapa permintaan yang jika kau kabulkan akan sangat bersyukurlah aku kepadaNya.
Jangan sayangi aku berlebihan karena cinta yang utama hanya untukNya. Sayangi aku secukupnya saja, cukup untuk kurasakan seumur hidup, dan cukup untuk membuatku merasa dipercaya. Karena akulah yg nanti akan menentukan nuansa di rumah kita. Jika aku dipercaya, semua kan kulakukan sebaik2nya.
Jangan paksa aku melakukan hal yang menyalahi kata hatiku karena wanita adalah tulang rusuk yang rapuh, jika terlalu keras dipaksa akan membengkok ia. Sabarlah menghadapiku.. agar ku setia dan menjaga nama baikmu.
Jangan ragu menegurku jika aku salah; beritahu aku dengan cara yang baik dan bimbing aku ke arah yg benar agar kita bisa bersama-sama bahagia..
Karena tentu aku pun ingin bertemu kamu lagi di surga nanti.
Amin ya Rabbal alamin..
-ntunz-
