I feel lost these days.. Uploading pictures I don’t even think I could even upload in my whole life
It’s like, I have nothing to be fighting for. You know, like, I don’t have passion in doing anything…
Passion. That’s..
The word! That is what stopped me earlier. Exactly what I’ve been looking for since the day I’m coming back to Maastricht from Indonesia. Till I can’t stand asking my self again and again, WHAT IS MY PASSION?
Pacar saya bilang, saat sedang down ingatlah kembali perjuangan dulu saya mencari beasiswa. Ditolak sana-sini, apply belasan kali, dan begitu berserah diri. Yeah, as my fellow back then, dia tahu benar segimana inginnya saya kuliah di luar saat itu. Lebih-lebih, saya sendiri tahu benar segimana inginnya saya dulu untuk dapat beasiswa.
Dan, sebagai orang yang jarang sekali mengingat tanggal2 penting kecuali ulang tahun ibu ayah dan adik-adik, selain mengingat bahwa 4 November 2009 saya berhasil salaman dengan Pak Habibie di Aula Barat ITB, saya hanya ingat dua tanggal penting ini dalam hidup saya di 2010..
April 30, 2010: the day when I got an answer from Maastricht University regarding my scholarship’s approval;
Oktober 2, 2010: hari di mana saya menginjakkan kaki di puncak menara Eiffel dan merasai angin kencang dari ketinggian hampir tiga ratus meter di atas tanah..
And the lesson is,
Bahwa Tuhan telah menjawab do’a-do’a saya dengan “IYA”.
Betapa baik dan murah hati Tuhan saya karena do’a yang dulu saya haturkan untuk bisa S2 di luar negeri di mana saja *saking desperate-nya* pun Ia iyakan. Cita-cita untuk menginjak Prancis sebelum usia 25 juga telah Ia izinkan, bahkan 2 tahun lebih cepat sebelum tenggat waktu yang saya tetapkan..
Lantas kurang apalagi ini Tuhan saya, sehingga saya kok malah seperti terhenti di sini dan bukannya kembali bermimpi?! As always, Tuhan pasti sempurna; saya-nya saja yang kurang bersyukur. Begitu Ibu saya selalu menasihati..
Hmm.. Saya selalu bersyukur kok Bu, alangkah bodoh jika tidak bersyukur setelah diberi anugerah sedemikian besarnya
Yang jadi pikiran saya adalah merumuskan langkah selanjutnya.. Saya ingin melanjutkan mimpi, tapi apa?
Hehehe.. Sebut saja itu kekuatan Passion. Something to keep you stay on the track, doing what you really like.
Kemarin, saya lihat FB Mbak ini (Maria Kusumawardhani) dan ulik2 foto albumnya. Ada satu album yang doi namain “best.day.ever” berisi foto2nya dengan Kula Shaker, which is her idol since Junior High School. Mbak ini sekarang cukup terkenal di Indonesia berkat bukunya yang nyeritain gimana cara Keliling Dunia dengan 1000 dolar, dan saat itu di foto beliau sumringah sekali karena selain bisa menginterview idolanya, beliau juga bisa kasih kenang2an novel barunya plus tanda tangan ke idolanya.. Weew. Dreams do come true, people.
Belum cukup contoh?
Ada Mbak lain (Ayu Kartika Dewi) yang juga saya ulik FBnya *heu, ternyata beliau sedang ikut program Indonesia Mengajar dan ditempatkan di Halmahera Selatan. The big news is, sebelumnya beliau telah bekerja di Procter & Gamble selama 5 tahun dan dipercaya sebagai CMK Manager Asean Australasia India. The other great news, adalah ia finally bertemu idolanya semasa kecil juga yaitu Iwan Fals. Mbak ini yang tadinya hanya berharap bisa nonton konser Iwan Fals malah didaulat untuk bermain gitar mengiringi Bang Iwan menyanyikan lagu Ibu. What a life. Dream do come true like I said.
Saya rasa, saya dan Mbak-mbak itu sama-sama beruntung karena mimpi-mimpi dan do’a kami diijabah Allah SWT.
Tapi rasanya kok seperti ada yang masih membedakan mereka dengan saya…
Karena hidup mereka jalan terus. Mimpi-mimpi mereka tetap mengudara. Passion mereka telah ditemukan.
Mbak Marina produktif menulis membagi pemikiran dan pengalaman.. Mbak Ayu mengajar membagi ilmu dengan anak-anak dan menjadi inspirasi.. Mereka terus maju menggapai mimpi-mimpi yang lain lagi, yang kita tidak pernah tau akan sebesar apa nanti pencapaiannya, karena mereka belajar dari kehidupan itu sendiri.
Dan saya, di 2011, mencari mimpi. Terengah-engah mengikuti perkuliahan yang ternyata, baru belakangan saya ketahui bukanlah passion saya. Saya tetap cinta matematika, tetap sayang murid-murid saya. Saya juga ingin membagi ilmu dengan siapa saja. Maka saya tidak boleh berhenti menyerah begitu saja. Di depan sana, ada masa depan yang saya punya. Ada orang-orang yang akan saya bahagiakan dan cita-cita besar untuk menjadi manusia berguna dunia dan akhirat. Bahwa ilmu yang bermanfaat tidak akan putus… Dan do’a anak-anak yang sholeh..
Okeh.
Jadi passion saya adalah Matematika..
Belajar matematika, mengajar matematika.
Membaca dan menulis, membagi yang saya dapat dari membaca dengan menulis…
Bismillah!!! Saya jadi ingin ikut Indonesia Mengajar selepas S2
Hanya setahun mengajar tapi seumur hidup menginspirasi.. Mohon dikabulkan lagi ya Allah, Engkau Maha Tahu Yang Terbaik :’)
When the going gets though, the though gets going.. That’s the spirit!
P.S.
Ternyata benar, yang pertama kali butuh inspirasi adalah diri sendiri dulu
Doakan saya yaa..
#brb ngerjain report




